28 Juni 2009

Harga Diri bangsaku diinjak-injak

Harga diri bangsaku diinjak-injak oleh bangsa lain ditengah hingar bingar Pilpres. Beberapa bulan ini kita melihat ramainya berita dan liputan, baik media cetak ataupun elektronik yang menayangkan acara debat dan kampanye calon presiden. Di sana kita lihat para calon presiden memaparkn visi dan misinya untuk lima tahun ke depan, belum lagi sengitnya para tim sukses membela jagoannya masing-masing, sampai pada taraf menyerang karakter bahkan hampir baku pukul...memalukan..!

saya pribadi miris melihat itu semua terjadi padahal kita mengaku bangsa ini punya tata krama dan sopan santun yang selalu diangung-agungkan. Mereka semua terbuai untuk memamerkan kebaikan dan kehebatannya sendiri.
Dalam kampanye para calon presiden, saya belum melihat satupun dari ketiga calon, memaparkan visi dan misi yang jelas untuk memperbaiki nasib pahlawan-pahlawan devisa atau biasa disebut buruh migran. Bagaimana negara ini memberi solusi atau program bagi para TKI khususnya tenaga kerja wanita agar terjamin keselamatannya dan mendapatkan hak untuk dilindungi oleh negara. Padahal kalo kita jeli mereka adalah salah satu penghasil devisa bagi negara kita.

Masih ingatkah kasus Sitti Hajar yang disiram air panas oleh majikannya dan sudah beberapa tahun bekerja belum dibayar gajinya. Kemudian kasus Hera Sulistyowati, yang menderita luka bakar di tangan dan pipinya karena kekejaman sang majikan. Lalu kasus Euis Komariah yang selalu disiksa jika melakukan kesalahan oleh majikannya sampai meninggal dunia... dan masih banyak lagi pahlawan-pahlawan devisa yang nasibnya serupa bahkan lebih mengenaskan.

Tidakkah kita menangis dan marah melihat penyiksaan itu terjadi pada saudara-saudara kita di luar negeri sana. Apakah kita sudah tidak peka atau pura-pura tidak peduli dengan nasib mereka? Dari kejadian di atas, sadar atau tidak sebenarnya harga diri bangsa ini sudah diinjak-injak oleh bangsa lain dengan seenaknya.

Lalu apa program dan solusi yang ditawarkan pemerintah untuk kasus-kasus seperti ini?...belum ada..! Apakah perlu pengiriman TKW ke luar negeri dihentikan? Jika dihentikan apakah Pemerintah sudah siap menyediakan lapangan pekerjaan untuk mereka sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya? Bagaimana bantuan hukum yang diberikan oleh pemerintah kepada TKW-TKW yang mempunyai masalah hukum di negeri orang, sudah maksimalkah?

Wahai saudaraku marilah kita berdoa agar Pemerintahan yang akan datang bisa memberikan rasa keadilan dan kesejahteraan bagi kita semua. Pemerintahan yang punya Harga Diri dan kekuatan di mata dunia internasional. Kita ini negara besar maka jadikanlah negara ini disegani oleh bangsa lain...

Tulisan ini kupersembahkan untuk para pahlawan devisa di luar sana...teruslah berjuang saudaraku!

Comments :

29 komentar to “Harga Diri bangsaku diinjak-injak”

rio2000 mengatakan...
on 

bangsa ini masih harus belajar.... calon presidennya juga.... visi & misi mereka masih standar banget belum spesifik langkah2nya/solusinya

Dinoe mengatakan...
on 

Benar teman...mari kita jaga marwah bangsa ini...

nug mengatakan...
on 

semoga indonesia bisa lebih baik di kemudian hari

sakainget mengatakan...
on 

saya himbau TKI untuk segera kembali ke tanah air dan segera membuat blog untuk berburu dollar. Menjadi pahlawan devisa tidak harus menjadi TKI, jadi blogger sajah lebih aman dan nyaman :D

Noes mengatakan...
on 

salam kenal, makasih udah mampir ke blog saya..Betul mas sudah banyak kita di injak2 negara luar khususnya Malaysia,bukan itu saja Di Blognya Malaysia http://indoncelaka.blogspot.com coba kalau kita baca, parasaan apa yang akan kita rasakan sebagai bangsa yang berwibawa bermartabat. disitu kita sepertinya dihina, dicacimaki, dijelek-jelekan dibanding-bandingkan dengan negara mereka yang lebih makmur. info dari saya ini bukan untuk memancing emosi menjadi peperangan.semoga pemerintah kita sadar jangan egois dan harus mementingkan bangsa kearah yang lebih makmur lagi.

BIG SUGENG mengatakan...
on 

Kita sering menjual negara ini terlalu murah, makanya sangat bahaya kalau yang menjual negara ini adalah para pemimpin. Makanya kalau milih pemimpin yaa yang baik. dimulai dari RT, RW, Lurah, Bupati, Gubernur DPR, DPRD Presiden

Ferry Prima mengatakan...
on 

indonesia butuh solusi yang konkrit. bukan janji lagi karena bangsa kita bisa dibilang sudah krisis moral. cukup senang sih rasanya di indo udah mulai ada sekolah gratis

untuk para TKI, saya no comment. ga kerja salah, kerja juga salah

azarre mengatakan...
on 

Setuju nihh... Kalo cuma mengharapkan para pemimpin yang sudah jelas2 sulit membangkitkan optimisme rakyatnya untuk maju di tengah keadaan seperti ini... tidaklah cukup jika mereka lebih mengutamakan kedudukan dan kepentingan pribadi... Kadang rakyat harus harus menelan ludah keitka para pemimpin negara ini sibuk dengan ursan pribadi, korupsi, dan mengembalikan modal kampanye... Moga Indonesia mendapatkan pemimpin yang lebih baik dari sebelumnya pada pemili ini... amiinn...

Iwan Setiawan mengatakan...
on 

@SAkainget : usul yang menarik..:) tapi harus ada pelatihan komputer dulu utk mereka
@ semua: terimaksih usulan dan saran2nya..kita berdoa supaya negara ini lebih makmur dan sejahtera utk semuanya..Amin

Kang Yudiono mengatakan...
on 

Sejauh ini saya melihat belum ada capres yang berani mengatakan bahwa ia akan menarik semua TKW dan menyediakan lapangan kerja di sini.Mestinya capres tsb berani menjanjikan itu seraya berkata "bangsa Indonesia bukan bangsa jongos!"

Irfan mengatakan...
on 

pahlawan devisa yang "tak dihargai" oleh negaranya sendiri... mencari peruntungan di negeri orang tapi hasilnya malah kekurangberuntungan...

kalopun ada capres-cawapres yang berjanji memperbaik masalah TKI, tapi saya ko malah menganggap itu angin surga yang dateng sesaat. setelahnya, lupa deh tu janji! malah jadinya bikin eneg!

Jajang mengatakan...
on 

tugas kita sebagai rakyat memilih saja belum selesai.
tugas selanjutnya adalah mari kita do'akan orang-orang yang memimpin negeri ini supaya mereka bisa komitmen dengan janji-janji mereka.

Saya dengar ada berita bahwa kita akan menyetop untuk sementara TKW ke Malaysia. Mendengar berita seperti itu saja, Malaysia ternyata udah uring-uringan meminta jangan di stop.

he...he... ternyata mereka masih butuh orang-orang kita. saya berharap berita itu bukan hanya wacana tetapi menjadi kenyataan kita lihat bagaimana malaysia tanpa orang-orang kita.

wahyoe mengatakan...
on 

mungkin para capres atau cawapres udah gak peduli lagi sama pahlawan devisa negara kita ini. Semoga para capres dan cawapres mempunyai pikiran untuk menangani saudara kita yang ada di negeri orang agar mendapatkan perlindungan.

Iwan Setiawan mengatakan...
on 

betul sobatku semua, kita harus punya pemerintahan yang mempunyai visi yang jelas bagi para TKW di luar negeri, tadi saya baru lihat berita bahwa pemerintah indonesia dan malaysia khususnya sudah membuat kesepakatan tentang jaminan keselamatan dan bantuan hukum bagi TKI-TKI kita di sana..mudah2an kesepakatan itu bisa memberi solusi yang baik bagi pekerja informal ( buruh migran)kita di sana

mike mengatakan...
on 

tapi kalo saya pribadi kok rasanya gak terlalu percaya ya mas, dgn janji2 manis capres di debat itu...

ocky fajzar suryani mengatakan...
on 

salam kenal :)
entah bagaimana Indonesia setelah pemilihan nanti, itu bukan hanya tergantung oleh sang terpilih namun juga pemilih, tapi sayangnya memang tidak mudah mengajak yang "masa bodo" berbaur untuk lebih peduli kepada negaranya sendiri, itulah bagi yang sudah berhak pandai-pandailah memilih calonnya, pilih yang kira-kira masih ada baiknya diantara yang kurang baik tersebut, hehe saya sendiri masih periode berikutnya bisa ikutan milih hihihi. sukses!

yoan mengatakan...
on 

ah, ya memang nggak usah dipercaya betul2 itu janji2 para capres...
wong belum tentu dipenuhi...


ijin OOT,
om dapet award plus pe-er dari sayah di sini: http://perjalanankata.wordpress.com/2009/06/30/yoan-is-awesome/

ambil ya om :))

alfon mengatakan...
on 

terlalu keterlaluan ... rakyat yang berjuang..

achmad sholeh mengatakan...
on 

Kemiskinan yang menjadikan martabat kita terinjak2

made mengatakan...
on 

kasihan banget TKW indo, moga pemerintah mengambil kebijakan yang pantas

blog ini udah saya pasang, link balik juga yah!!!

franky mengatakan...
on 

Semoga pemerintah nantinya akan lebih memperhatikan pahlawan devisa ini

Iwan Setiawan mengatakan...
on 

@ yoan : Makasih ya dah mau kasih award tapi utk ngerjakan peernya, sy belum tahu caranya, maksudnya utk apa,:) abis gak pernah ikut2an yg kaya gitu, terus jgnkan peer tugas kntor aja bejibun belum ada yg selesai de' yoan..btw makasih ya sekali lagi
@ Made : ok sy sdh link balik

~noe~ mengatakan...
on 

visi dan misi para capres adalah menjelekkan visi dan misi capres lain. menyindir dan menertawakannya.
mari kita berdoa
dan berharap
meskipun sekecil apapun itu harapannya

Erwine Reidha mengatakan...
on 

.Visi n misi yg hnx dIguNkan paRa pEJabt buAT PmaNis bELka yG stLAH kPILih nTar bKALan dibUaNG Jauh²..huh!!

dawiecool mengatakan...
on 

Visi dan misi, hanya sekedar wacana, ataupun rencana.. tapi tindakannya? emang belum ada yang nyata. semua orang bisa buat visi dan misi, pelaksanaan nya ini yang susah, siapa yang bisa? jadi calon presiden aja, saya dukung deh. :)

KangBoed mengatakan...
on 

Marilah melangkah ke dalam diri.. kembalilah dulu sebagai MANUSIA SEUTUHNYA.. meliputi LAHIR dan BATHIN
Salam Sayang

nara mengatakan...
on 

semua harus ber-introspeksi diri :)

ada sebab dan akibatnya :)

bundadontworry mengatakan...
on 

salam kenal mas iwan.
terima kasih sudah mampir
dan memberi komen diblog saya.
TKI atau TKW sebaiknya dihentikan pengirimannya,
dengan begitu pemerintah 'terpaksa' hrs menyediakan lapangan pekerjaan.
biarlah ini jadi PR bagi petinggi negeri ini.
salam.

guskar mengatakan...
on 

thanks sdh mampir di blog saya, mas iwan. tukeran link, oke.
saya hanya bisa sebel saja thdp kasus2 tki/tkw kita, dng menuliskan di blog saya.
mdh2n pemerintah mendatang lebih peduli lagi kepada harga diri bangsa.

Posting Komentar

tukeran link

Copy paste di blog anda
Photobucket

BUKU BACAAN


Masukkan Code ini K1-BD5CD8-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
 

Copyright © 2009 by ilmu internet